Fraksi Gerindra dan PAN Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Transformasi Ekonomi Hijau dalam RPJMD Kukar
Rapat Paripurna DPRD Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutai Kartanegara 2025–2029 diwarnai dengan pandangan kritis dari Fraksi Gerindra dan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam rapat paripurna DPRD Kukar pada Selasa (23/9/2025). Keduanya sama-sama menekankan pentingnya pemerataan pembangunan serta transformasi ekonomi menuju arah yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Hendra, juru bicara Fraksi
Gerindra, menilai bahwa kesenjangan pembangunan antarwilayah di Kukar masih
menjadi persoalan mendasar. Ia menegaskan, selama ini banyak wilayah di
pedalaman dan pelosok masih tertinggal dalam akses layanan dasar maupun infrastruktur
ekonomi.
“Kondisi yang belum merata
akan berdampak pada mobilitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir
dengan strategi nyata agar kesenjangan pembangunan tidak semakin melebar,” kata
Hendra.
Selain itu, Gerindra juga
menyoroti lemahnya kemandirian fiskal Kukar yang masih bergantung pada transfer
pusat. Hendra menekankan perlunya inovasi dalam mengelola Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD) dan perseroda sebagai mesin penggerak PAD.
Sementara itu, Fraksi PAN
lewat Syarifuddin memberikan fokus pada arah transformasi ekonomi. Menurutnya,
ketergantungan Kukar terhadap sektor pertambangan tidak boleh lagi menjadi
andalan utama dalam lima tahun mendatang.
“Transformasi ekonomi
adalah keniscayaan. Modernisasi pertanian, perikanan, serta pengembangan
industri hijau berbasis energi terbarukan harus menjadi prioritas agar Kukar
tidak terjebak pada ketergantungan tambang,” tegasnya.
PAN juga mengingatkan
bahwa pembangunan harus tetap berpihak pada lingkungan. Ancaman kerusakan lahan
akibat aktivitas tambang dan alih fungsi hutan harus diantisipasi melalui
strategi rehabilitasi yang terintegrasi dalam RPJMD.
Lebih jauh, Syarifuddin
menekankan pentingnya memanfaatkan peluang hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, Kukar harus menyiapkan SDM lokal yang kompetitif melalui
pendidikan, vokasi, dan pelatihan agar dapat mengambil manfaat dari geliat
ekonomi baru di kawasan tersebut.
Baik Gerindra maupun PAN
sepakat bahwa RPJMD Kukar 2025–2029 harus melahirkan fondasi pembangunan yang
adil, merata, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diharapkan mampu
menggabungkan agenda pemerataan dengan transformasi ekonomi hijau, sehingga
Kukar tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tangguh dalam
menghadapi tantangan lingkungan dan global.(ADV)